![]() |
Kurnialis yudi kusworo saat sampaikan materi ketahanan pangan |
Sosialisasi Ketahan pangan di Desa Sumberejo Klaten Selatan Kabupaten Klaten. Pada hari Kamis, 27 Februari 2025, di Gedung Sasana Suka, Kabupaten Klaten, telah diadakan sosialisasi tentang ketahanan pangan yang disampaikan oleh tim ahli dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes) Bapak Kornialis Yudi Kusworo, ST Acara ini dihadiri oleh ketua RT, RW, serta tokoh masyarakat yang sangat peduli,PKK, bumdes dan bu camat klaten selaten serta pendamping Desa dengan isu ketahanan pangan di daerahnya.
Sosialisasi ini digelar sebagai respon terhadap tantangan ketahanan pangan yang semakin mendesak, terutama di masa pemulihan ekonomi pasca-pandemi. Ketahanan pangan menjadi salah satu prioritas untuk memastikan setiap lapisan masyarakat dapat mengakses makanan yang cukup, bergizi, dan berkelanjutan.
Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya ketahanan pangan serta memberikan pengetahuan dan strategi dalam menghadapi tantangan yang ada. Selain itu, seminar ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang praktik pertanian yang berkelanjutan.
Tim ahli Kemendes menjelaskan berbagai pendekatan yang dapat diterapkan untuk merevitalisasi sektor pertanian, dengan harapan dapat meningkatkan ketahanan pangan di tingkat desa. Mereka juga memaparkan program-program pemerintah yang bisa diakses oleh masyarakat.
Paparan materi dalam sosialisasi ini dimulai dengan penjelasan mengenai definisi dan pentingnya ketahanan pangan. Kemendes menjelaskan bahwa ketahanan pangan bukan hanya tentang ketersediaan pangan, tetapi juga akses dan pemanfaatan yang optimal.
Konsep ketahanan pangan terdiri dari tiga pilar utama: ketersediaan pangan, akses pangan, dan pemanfaatan pangan yang baik. Hal ini menekankan pentingnya integrasi antara ketiga pilar tersebut untuk menciptakan ketahanan pangan yang
baik.
Dalam paparannya, narasumber juga membahas strategi-strategi peningkatan ketahanan pangan, seperti diversifikasi pertanian, penggunaan teknologi pertanian modern, dan pembentukan kelompok tani yang solid untuk saling mendukung.
Setelah sesi pemaparan, acara dilanjutkan dengan diskusi interaktif dan sesi tanya jawab. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan dan memberikan masukan tentang kondisi ketahanan pangan di wilayah mereka.
Partisipasi masyarakat sangat penting dalam meningkatkan ketahanan pangan. Beberapa tokoh masyarakat menyampaikan bahwa mereka siap untuk berkolaborasi dengan pemerintah dan tim ahli dalam implementasi strategi yang telah disampaikan.
Di akhir penyampainya, tim ahli memberikan kesimpulan dan rekomendasi. Mereka menegaskan bahwa sosialisasi dan pendidikan tentang ketahanan pangan harus terus dilakukan untuk menciptakan kesadaran kolektif di masyarakat.
Sebagai langkah selanjutnya, diharapkan setiap desa dapat menyusun rencana aksi ketahanan pangan yang terintegrasi dengan program pembangunan daerah. Tim ahli menyarankan agar dilakukan evaluasi berkala untuk memonitor kemajuan.
tentang ketahanan pangan ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Kabupaten Klaten khusus desa sumberejo untuk lebih memperhatikan isu ketahanan pangan. Dengan adanya kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah, diharapkan ketahanan pangan di daerah ini dapat meningkat secara signifikan.
Harapan dari kita semua berhasil dengan modal sekitar 200jt dan masyarakat adalah agar ketahanan pangan bukan hanya menjadi jargon, tetapi dapat direalisasikan dalam bentuk nyata melalui program-program yang bermanfaat dan berkelanjutan.
Beberapa tokoh masyarakat yang hadir dalam sosialisasi menyatakan bahwa mereka merasa lebih teredukasi dan bersemangat untuk menerapkan ilmu yang didapat. Mereka berharap agar dialog semacam ini dapat diadakan secara rutin untuk terus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya ketahanan pangan.
Dengan berbagai langkah ini, desa kita bahkan Kabupaten Klaten diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pangannya, sekaligus menciptakan masyarakat yang lebih mandiri dan sejahtera." Tambahnya [cello]