KABAR PROPENSI

UMKM Gayeng 2024, Pamerkan Produk Unggulan Jateng di 5 Negara

KABAR SOLO

Prosedur Permohonan Informasi Publik untuk Umum dan Disabilitas di Kota Solo.

KABAR KLATEN

Data 4 kecamatan termiskin di Kabupaten Klaten.

KABAR SLEMAN

Lomba Kalurahan Inovatif Sleman Kembali Digelar, Jadi Upaya Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat

KABAR KEPALA DESA

Kisah Suyamto, Kepala Desa di Klaten yang Bagikan Padi Gratis pada Warga

KABAR PUSAT

TINGKATKAN PELAYANAN BAGI PENYANDANG DISABILITAS, KEMENDES PDTT GELAR WORKSHOP BAHASA ISYARAT

KABAR JOGJA

Elektronifikasi Sertipikat Tanah Beri Kepastian Hukum dan Jamin Keamanan

OPINI

PEMUDA KLATEN LIMBAH JADI PUPUK ORGANIK

Kamis, 27 Februari 2025

SOSIALISASI KETAHANAN PANGAN DIDESA SUMBEREJO OLEH TIM AHLI

Kurnialis yudi kusworo saat sampaikan materi ketahanan pangan


Sosialisasi Ketahan pangan di Desa Sumberejo Klaten Selatan Kabupaten Klaten. Pada hari Kamis, 27 Februari 2025, di Gedung Sasana Suka, Kabupaten Klaten, telah diadakan sosialisasi tentang ketahanan pangan yang disampaikan oleh tim ahli dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes) Bapak Kornialis Yudi Kusworo, ST Acara ini dihadiri oleh ketua RT, RW, serta tokoh masyarakat yang sangat peduli,PKK, bumdes dan bu camat klaten selaten serta pendamping Desa dengan isu ketahanan pangan di daerahnya.


Sosialisasi ini digelar sebagai respon terhadap tantangan ketahanan pangan yang semakin mendesak, terutama di masa pemulihan ekonomi pasca-pandemi. Ketahanan pangan menjadi salah satu prioritas untuk memastikan setiap lapisan masyarakat dapat mengakses makanan yang cukup, bergizi, dan berkelanjutan.

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya ketahanan pangan serta memberikan pengetahuan dan strategi dalam menghadapi tantangan yang ada. Selain itu, seminar ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang praktik pertanian yang berkelanjutan.

Tim ahli Kemendes menjelaskan berbagai pendekatan yang dapat diterapkan untuk merevitalisasi sektor pertanian, dengan harapan dapat meningkatkan ketahanan pangan di tingkat desa. Mereka juga memaparkan program-program pemerintah yang bisa diakses oleh masyarakat.


Paparan materi dalam sosialisasi  ini dimulai dengan penjelasan mengenai definisi dan pentingnya ketahanan pangan. Kemendes menjelaskan bahwa ketahanan pangan bukan hanya tentang ketersediaan pangan, tetapi juga akses dan pemanfaatan yang optimal.

Konsep ketahanan pangan terdiri dari tiga pilar utama: ketersediaan pangan, akses pangan, dan pemanfaatan pangan yang baik. Hal ini menekankan pentingnya integrasi antara ketiga pilar tersebut untuk menciptakan ketahanan pangan yang 

baik.

Dalam paparannya, narasumber juga membahas strategi-strategi peningkatan ketahanan pangan, seperti diversifikasi pertanian, penggunaan teknologi pertanian modern, dan pembentukan kelompok tani yang solid untuk saling mendukung.


Setelah sesi pemaparan, acara dilanjutkan dengan diskusi interaktif dan sesi tanya jawab. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan dan memberikan masukan tentang kondisi ketahanan pangan di wilayah mereka.

Partisipasi masyarakat sangat penting dalam meningkatkan ketahanan pangan. Beberapa tokoh masyarakat menyampaikan bahwa mereka siap untuk berkolaborasi dengan pemerintah dan tim ahli dalam implementasi strategi yang telah disampaikan.


Di akhir penyampainya, tim ahli memberikan kesimpulan dan rekomendasi. Mereka menegaskan bahwa sosialisasi dan pendidikan tentang ketahanan pangan harus terus dilakukan untuk menciptakan kesadaran kolektif di masyarakat.


Sebagai langkah selanjutnya, diharapkan setiap desa dapat menyusun rencana aksi ketahanan pangan yang terintegrasi dengan program pembangunan daerah. Tim ahli menyarankan agar dilakukan evaluasi berkala untuk memonitor kemajuan.

 tentang ketahanan pangan ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Kabupaten Klaten khusus desa sumberejo untuk lebih memperhatikan isu ketahanan pangan. Dengan adanya kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah, diharapkan ketahanan pangan di daerah ini dapat meningkat secara signifikan.


Harapan dari  kita semua berhasil dengan modal sekitar 200jt dan  masyarakat adalah agar ketahanan pangan bukan hanya menjadi jargon, tetapi dapat direalisasikan dalam bentuk nyata melalui program-program yang bermanfaat dan berkelanjutan. 

Beberapa tokoh masyarakat yang hadir dalam sosialisasi menyatakan bahwa mereka merasa lebih teredukasi dan bersemangat untuk menerapkan ilmu yang didapat. Mereka berharap agar dialog semacam ini dapat diadakan secara rutin untuk terus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya ketahanan pangan.

Dengan berbagai langkah ini, desa kita bahkan Kabupaten Klaten diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pangannya, sekaligus menciptakan masyarakat yang lebih mandiri dan sejahtera." Tambahnya [cello]








KEPALA DESA SUMBEREJO SAMPAIKAN REALISASI APBDES 2024 DIMUSDES

Dalam poto ketua BPD sekretatis BPD, Kepala Desa, Bucamat klaten selatan dan TA kemendesa kab.klaten


mediadesaonline,26/02/2

Kegiatan Musdes LPJ Kepala Desa 2024 dilakukan pada hari kamis, 27 Februari 2025 di gedung sasana suka komplek kantor desa yang dihadiri oleh Ketua RT/RW, ketua PKK, Karangtaruna dan ketua Lembaga desa serta Ketua  Bumdes, pendamping desa serta TA kab.klaten juga hadir, bu camat klaten selatan selalu setiap menemani desa ketika ada kegiatan. Semua diundang oleh BPD dalam setiap  musdes di mulai dengan pembawa acara oleh sekretaris BPD Latif Safruddin menyampaikan terima kasih atas kehadiranya, musdes ini akan dipimpin langsung oleh Ketua BPD bapak Agur Marwanto.


Dalam sambutanya kepala desa menyampaikan terima kasih semuanya atas kehadiranya dalam hal ini LPJ tahunan selalu kita laporkan dalam musdes nanti pak sekdes membantu dalam  penyampaian secera rinci oleh karena itu APBD (anggaran Pendapatan dan Belanja Desa) 2024 adalah rencana keuangan tahunan yang disusun oleh pemerintah desa untuk mengalokasikan sumber daya keuangan desa.


Berikut adalah beberapa hal yang biasanya dilaporkan dalam APBDes 2024:

Pendapatan Desa*: Meliputi sumber-sumberpendapatan desa, seperti: Dana Desa dari Pemerintah Pusat, Dana Bantuan Keuangan dari Pemerintah Provinsi/Kabupaten, Pendapatan Asli Desa (PAD) dari pajak, retribusi, dan lain-lain sedangkan Belanja Desa*: Meliputi alokasi anggaran untuk berbagai kegiatan dan program desa, seperti: Belanja Langsung (BL) untuk kegiatan operasional desa, Belanja Tidak Langsung (BTL) untuk kegiatan pembangunan infrastruktur desa, Belanja Modal (BM) untuk kegiatan pembelian aset desa, Program dan Kegiatan Desa*: Meliputi rencana program dan kegiatan desa yang akan dilaksanakan, seperti: Program ketahanan pangan, Program kesehatan dan pendidikan Program infrastruktur dan pembangunan desa, Rencana Anggaran*: Meliputi rencana anggaran desa untuk tahun anggaran 2024, termasuk alokasi anggaran untuk berbagai kegiatan dan program desa.

Dengan demikian, APBDes 2024 merupakan dokumen yang penting untuk memantau dan mengawasi pengelolaan keuangan desa. Untuk selengkapnya nanti pak sekdes akan menyampaikan secara detail", sahutnya[Aisyah]